Istimewanya Kopi Indonesia – Tidak ada satu jenis kopi di Indonesia yang menggambarkan semua varietas dan dilabeli sebagai “kopi Indonesia”. Hal itu disampaikan Ryan Wibawa, Head of Coffee Common Grounds, dalam pertemuan media di Trophy Room Common Grounds Menteng Terra, Jawa Tengah.
“Kopi Indonesia itu dari Sumatera sampai Papua punya karakternya yang berbeda,” ujar Ryan.
“Itu alasannya kita enggak pernah bisa nemuin satu bag dengan nama kopi Indonesia. Pasti namanya kopi Sulawesi, Toraja, Lintong, atau lainnya dari daerah https://allurenailsspabakersfield.com/ berbeda,” tambah dia.
Keunikan varietas kopi Indonesia di tiap daerah, tidak bisa ditemukan di negara lain, seperti Amerika Latin.
Baca juga:
- 5 Tips Menjalankan Bisnis Kopi dari Coffee Roastery di Bandung
- Saran Makanan Pendamping Kopi dari Barista, Tak Hanya Pisang Goreng
Ryan menuturkan, negara-negara di Amerika Latin, termasuk Kolombia, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua, memiliki karakter kopi yang sama, meskipun negaranya berbeda.
“Secara umum, uniknya kopi Indonesia adalah rasanya berbeda-beda. Kalau minum kopi Aceh Gayo hari ini, besok nyobain kopi Jawa Barat, taste profile-nya berbeda,” ucap dia.
Baca juga artikel lainnya hanya di www.le1902restaurant.com
Misalnya, kopi Sumatera dan kopi Jawa Barat yang memiliki gaya tanam unik sehingga bisa menghasilkan cita rasa berbeda.
Kopi Sumatera ditanam di kebun-kebun kecil milik masyarakat yang terletak di halaman rumahnya.
“Kalau berkesempatan ke Sumatera, pasti bisa lihat cuma di halaman depan rumah penduduk di Desa Siborong-Borong dan Dolok Sanggul itu menanam kopi,” kata Ryan.
Sementara itu, di Sukawangi, Jawa Barat, Ryan mengamati tanaman kopi tumbuh di lahan-lahan tanaman lain.
“Ada yang nanam kopinya barengan sama tembakau, pohon jeruk. Jadi lebih beragam kopinya,” lanjut dia.
Baca juga:
- Mengapa Kopi Punya Rasa Berbeda? Ini 5 Alasannya
- Ini Saran Jumlah dan Waktu Minum Kopi Setiap Hari dari Barista
Pascapanen
Selain daerah tanam, proses pascapanen kopi juga memengaruhi cita rasa kopi Indonesia yang beragam.
Dahulu, masyarakat Sumatera hanya mengandalkan metode giling basah untuk mengolah biji kopi yang baru di panen.
Baca juga: Upacara Pedang Pora Awali Prosesi Kremasi Alvin Lim
Metode pascapanen giling basah menghasilkan kopi bercita rasa kuat dengan aroma rempah (spices) yang menurut Ryan, tak bisa di temukan di negara lain.
“Jadi banyak banget orang-orang luar negeri itu pengin punya kopi Sumatera,” ujar dia.
Kini, kopi-kopi Indonesia sudah di proses dengan beragam metode pascapanen, seperti metode natural.
Baca juga: Mengenal Kopi Wine, Proses Pascapanen Buah Kopi Tanpa Alkohol
“Sekarang kita sudah punya Cup of Excellence Indonesia. Jadi kopi-kopi Indonesia lebih beragam lagi, bervariasi lagi rasanya,” tutur Ryan.
Namun demikian, Ryan menyoroti dampak negatif dari beragamnya kopi Indonesia yang tidak mudah di kontrol.
“Bisa jadi, tahun ini nyobain kopi dari satu origin, rasanya A. Tahun depan, rasanya berubah menjadi B karena adanya beragam varietas yang belum bisa terkontrol,” kata dia.
Baca juga: Tanpa Bayar Denda, Peserta BPJS Kesehatan yang Tidak Aktif Bisa Pindah ke PBI
Bila di bandingkan dengan kopi luar negeri, sebagian besar lahan kopi di Indonesia masih di pegang oleh individu.
Sementara itu slot depo 10k, kopi-kopi di luar negeri, seperti Brasil, di tanam di lahan khusus dengan sistem lebih modern.
“Satu lahan kopi, semua tanahnya tanah merah, berpasir, tetapi pohon kopi bisa tumbuh dan di sana lahannya sudah di kotak-kotakan sesuai varietas sehingga kontrolnya bagus,” pungkas Ryan.